Pengaruh Sinetron Pada Kehidupan Remaja
Elida Rahmawati
Seperti yang dikatakan oleh Schramn (1982) seorang anak atau remaja yang sedang menonton tayangan televisi secara tidak sengaja akan mempelajari atau menemukan hal-hal yang baru kemudian akan diingatnya dan ditiru. Dalam cerita-cerita sinetron itu, sering kita lihat berbagai hal yang kurang baik. Remaja cenderung lebih mudah meniru yang tidak baik dibandingkan dengan meniru yang baik. Berbagai kata kasar, ejekan, makian baru menjadi populer karena siaran sinetron. Selain itu, hidup bermewah-mewahan, mode pakain yang tidak sopan pun menjadi populer karena siaran sinetron tersebut.
Sebuah penelitian American Psychological Assosiacion (APA) pada tahun 1995 mengatakan bahwa tayangan yang bermutu akan mempengaruhi seseorang untuk berperilaku baik, dan tayangan yang kurang bermutu akan mendorong seseorang untuk berperilaku buruk. Tayangan sinetron di stasiun televisi Indonesia sering kali menjadi ajang perlombaan untuk menarik perhatian penonton. Demi mendapatkan rating yang tinggi, beberapa sinetron secara sengaja ataupun tidak sengaja telah menayangkan adegan-adegan yang tidak sesuai dengan norma yang tumbuh dimasyarakat Indonesia, seperti adegan bermesraan di lingkungan sekolah, berkelahi, balapan liar, dan pembunuhan. Adegan-adegan tersebut dapat membuat para remaja berkhayal untuk memiliki alur hidup yang sama dengan sinetron tersebut. Akibatnya, seringkali terjadi penyimpangan norma yang dilakukan oleh remaja.
Sinetron memiliki sisi humor dan lelucon di setiap episodenya yang dapat menebar tawa dan kebahagiaan penonton. Namun, tetap saja tokoh-tokoh dalam sinetron tersebut lebih banyak bertindak negatif dari pada positifnya. Terlebih lagi masa remaja merupakan masa pencarian jati diri. Jadi, sangat memungkinkan jika remaja akan meniru tindakan-tindakan para tokoh dalam sinetron yang banyak negatifnya itu.
Dari banyaknya hal negatif yang ditimbulkan, orang tua harus mampu membimbing remaja dalam meningkatkan kesadaran diri. Remaja disarankan agar mencari kegiatan yang lebih bermanfaat untuk mengurangi intensitas menonton televisi. Kemudian remaja juga harus memilih lingkungan bergaul yang dapat membawa pengaruh positif bagi kehidupannya. Selain orang tua dan remaja, pihak produksi pun seharusnya dapat mengevaluasi adegan-adegan yang sekiranya akan merusak moral anak bangsa yang menyaksikannya. Apa gunanya keuntungan yang didapat sekarang jika merusak generasi penerus bangsa di masa mendatang?
Sumber :
Evani, Yulia. 2014. pengaruh sinetron putih abu-abu terhadap perilaku dan gaya bahasa remaja. [Internet]. Tersedia di:
http://niisiivanii.blogspot.com/2014/04/contoh-proposal-skripsi-tentang-sinetron.html?m=1(akses, 12 november 2019 pukul 10:58)
ekydbelga. 2016. dampak tayangan sinetron tersebut terhadap remaja. [Internet]. Tersedia di:
https://ekyd.blogspot.com/2016/09/dampak-tayangan-sinetron-tersebut.html?m=1
(akses, 12 november 2019 pukul 10:57)
(akses, 12 november 2019 pukul 10:57)
Wulandari, Rizky. 2016. pengaruh tayangan sinetron terhadap tingkah laku anak. [Internet]. Tersedia di: https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/rizkywulandari/pengaruh-tayangan-sinetron-terhadap-tingkah-laku-anak_5849a58c7797735a17157a02
(akses, 16 november 2019 pukul 19:20)
(akses, 16 november 2019 pukul 19:20)
No comments:
Post a Comment