Saturday, September 21, 2019
Sang Mutiara
Sekilas pikiran menerawang dan terlintas di bayangan sebuah lukisan yang indah nan elok dipandang. Langit yang biru selaras dengan birunya lautan lepas. Pulau-pulau karang yang tersusun rapih siap menyambut kedatangan beberapa ekor lumba - lumba. Berbagai ikan dengan beragam warna cantik menghiasi karang hidup yang menari gemulai.
Riakan ombak yang indah menyisir setiap pasir putih di tepi pantai. Suara merdu burung-burung camar saling bersahut-sahutan seakan sedang bernyanyi dan mengagumi keindahan alam yang menakjubkan ini. Udara segar berhembus memberi kesejukan alami khas hutan-hutan tropis yang hijau. Sebuah surga di ujung barat laut pulau papua.
Deskripsi tersebut bukanlah sebuah angan-angan belaka, semuanya nyata dan benar-benar ada. Pulau indah tersebut berada di Indonesia dan menjadi salah satu dari 10 perairan terbaik di seluruh dunia. Raja Ampat, pulau yang sangat mempesona dengan segala kekayaan flora dan faunanya. Tidak hanya kekayaan alam bawah lautnya yang mempesona, di atas permukaan lautnya pun tidak kalah menarik. Kepulauan Raja ampat memiliki banyak pulau, namun ada 4 pulau utama yang paling besar, yaitu Pulau Misool, Pulau Waigeo, Pulau Batanta, dan Pulau Salawati. Keindahan pantai di setiap pulau-pulau tersebut membuatnya dikenal hingga mancanegara. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan di pulau-pulau tersebut, seperti menyelam, berenang, bersantai, snorkeling, diving, dan lain-lain. Hutan-hutan tropisnya pun tidak kalah menarik dari pantai-pantai tersebut. Uniknya lagi, ada beberapa desa yang memberikan izin agar para wisatawan dapat melihat Burung Cendrawasih dari dekat. Burung Cendrawasih merupakan salah satu hewan langka dan cantik khas papua, sering disebut dengan 'Burung Surga'.
Kekayaan yang dimiliki Raja Ampat tidak sampai disitu saja. Di pulau ini pun terdapat beragam kebuayaan dan kesenian yang unik dan menarik. Kita dapat mempelajari dan mengetahui beragam kebudayaan dan kesenian di desa Arborek. Desa Arborek merupakan salah satu dari beberapa desa yang telah dijadikan sebagai desa wisata. Mulai dari tarian-tarian tradisional, makanan khas yang terbuat dari sagu, hingga kerajinan anyaman dari daun pandan khas Arborek dapat kita ketahui di desa tersebut.
Terdapat berbagai peninggalan sejarah di Kepulauan Raja Ampat ini. Sebagian penduduk di desa ini masih memiliki darah keturunan Kerajaan Tidore, Maluku. Selain itu, ada pula peninggalan-peninggalan perang ke-2 dan lukisan tangan khas manusia purba yang masih tersebar luas di Kepulauan Raja Ampat ini. Inilah yang membuat banyak wisatawan lokal maupun mancanegara tertarik untuk mendatangi Raja Ampat. Banyak hal yang dapat kita pelajari dan ketahui di tempat tersebut. Maka dari itu, marilah kita lebih bijak dalam menjaga bumi yang indah ini agar tetap terjaga dan dapat terus kita nikmati keindahannya. Dimulai dari hal-hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan plastik di lingkungan sekitar kita.
Subscribe to:
Comments (Atom)